Iftar Pendidikan dan Kebudayaan Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pelestarian Budaya di Gorontalo

GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo bersama insan pendidikan menggelar kegiatan Iftar Pendidikan dan Kebudayaan dengan tema “Silaturahmi Ramadan Insan Pendidikan Menjadikan Kota Gorontalo sebagai Ruang Belajar”, yang berlangsung di MTs Al-Huda Kota Gorontalo, Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel, jajaran Pemerintah Kota Gorontalo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sudarman Samad, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lukman Kasim, tokoh agama, tokoh budaya, serta keluarga besar Pengurus Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islamiyah Al-Huda.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, sekolah, dan tokoh masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong penguatan pendidikan karakter serta pelestarian budaya daerah di Kota Gorontalo.

Dalam sambutannya, Indra Gobel menegaskan bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun karakter generasi muda. Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam membentuk masyarakat yang kuat secara spiritual sekaligus maju dalam kehidupan sosial.

“Kita ingin pendidikan tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat iman, takwa, dan adab anak-anak sejak jenjang pendidikan dasar,” ujar Indra Gobel.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan identitas budaya lokal dengan menghidupkan kembali berbagai tradisi daerah, seperti Lebaran Ketupat, penggunaan bahasa daerah, serta rencana pelaksanaan pawai takbir dan pawai obor sebagai bagian dari syiar Islam dan pendidikan budaya bagi masyarakat.

Sementara itu, Sudarman Samad menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat program pendidikan berbasis budaya melalui gerakan Make Up School.

“Program Make Up School kami rancang agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali budaya Gorontalo,” ujar Sudarman.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan juga mendorong berbagai gerakan positif di sekolah, termasuk program Satu Sekolah, Satu Budaya serta kompetisi kebersihan lingkungan sekolah.

“Melalui gerakan ini kami ingin menanamkan kebiasaan baik kepada siswa, mulai dari menjaga kebersihan hingga menghormati guru sebagai bagian dari pendidikan karakter,” jelasnya.

Di sisi lain, Lukman Kasim menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari sekolah. Jika anak-anak sudah dibiasakan sejak dini, maka budaya hidup bersih akan terbawa hingga mereka dewasa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan program Ecobrick oleh panitia pelaksana sebagai upaya edukasi pengelolaan sampah plastik kepada siswa melalui pemanfaatan botol plastik yang diisi sampah untuk dijadikan bahan bangunan sederhana.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Gorontalo berharap terbangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu menjaga budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Reporter : Alya N.