DPRD Provinsi Gorontalo bersama para anggota DPRD menghadiri kegiatan Festival Tumbilotohe Hulondalo Mulolo Tahun 2026 / 1447 Hijriah yang digelar pada Senin (16/03/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo, para kepala dinas dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Provinsi Gorontalo, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Festival Tumbilotohe Hulondalo Mulolo merupakan salah satu tradisi budaya dan religius masyarakat Gorontalo yang rutin dilaksanakan menjelang malam-malam terakhir bulan suci Ramadan. Tradisi ini dikenal dengan pemasangan lampu-lampu tradisional yang menghiasi rumah, halaman, hingga tempat-tempat ibadah sebagai simbol penerangan sekaligus semangat menyambut malam Lailatul Qadar.
Kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gorontalo.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai Golkar Yeyen Saptiani Sidiki menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Tumbilotohe Hulondalo Mulolo tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat identitas budaya Gorontalo.
“Festival Tumbilotohe merupakan warisan budaya yang sangat bernilai bagi masyarakat Gorontalo. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena selain menjaga tradisi, juga mampu mempererat tali silaturahmi antar masyarakat serta memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yeyen.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat, sehingga tradisi Tumbilotohe tetap lestari dan menjadi kebanggaan daerah.
Festival Tumbilotohe Hulondalo Mulolo 2026 berlangsung dengan penuh semarak dan antusiasme masyarakat. Ribuan lampu tradisional yang dipasang di berbagai lokasi menjadi daya tarik tersendiri serta memperlihatkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Gorontalo dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, nilai religius, serta pelestarian budaya Gorontalo dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.






Leave a Reply