GORONTALO – Angkatan 2022 Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dikenal dengan sebutan Pentagon 22 menyatakan kesiapan untuk bertarung dalam Pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (Pilbem) UNG tahun 2026.
Langkah tersebut ditegaskan bukan sekadar mengikuti dinamika tahunan demokrasi kampus, tetapi sebagai bentuk kritik terhadap pola kepemimpinan mahasiswa yang dinilai mulai stagnan dan kurang progresif dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa secara luas.
Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2022 menilai sudah saatnya arah gerak BEM Universitas Negeri Gorontalo kembali pada fungsi utama organisasi mahasiswa, yakni menjadi garda terdepan dalam advokasi dan penyuarakan berbagai persoalan strategis yang dihadapi mahasiswa.
Semangat kolektif Pentagon 22 diyakini menjadi modal penting untuk memutus praktik politik pragmatis yang kerap mewarnai kontestasi Pilbem. Mereka membawa gagasan pembaruan dalam tata kelola organisasi mahasiswa agar lebih transparan, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Selain itu, mereka juga mengusung misi reformasi birokrasi organisasi internal mahasiswa agar lebih efektif dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial semata. Aspirasi mahasiswa, menurut mereka, harus mampu diterjemahkan menjadi langkah advokasi yang konkret hingga menghasilkan kebijakan yang adil di tingkat universitas.
Salah satu fokus utama yang diusung adalah mendorong transparansi pengelolaan anggaran organisasi kemahasiswaan serta memperkuat perlindungan terhadap hak-hak mahasiswa di lingkungan kampus.
Masuknya Angkatan 2022 Fakultas Hukum ke dalam arena pertarungan Pilbem UNG diprediksi akan memberikan dinamika baru dalam kontestasi tahun ini. Kehadiran mereka dinilai berpotensi menghadirkan gagasan segar serta semangat perubahan dalam peta politik mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo.
Dengan semangat perubahan tersebut, Pentagon 22 menegaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam Pilbem bukan sekadar meramaikan demokrasi kampus, tetapi sebagai upaya nyata untuk menghadirkan kepemimpinan mahasiswa yang lebih progresif, kritis, dan berpihak pada kepentingan seluruh mahasiswa.





Leave a Reply