Forkopimda Kota Gorontalo Bahas Stabilitas Harga dan Kesiapan Pasokan Jelang Ramadan

Eksekutif – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Gorontalo menggelar rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Rapat yang dipimpin Wali Kota Gorontalo tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Badan Pusat Statistik (BPS), instansi teknis, serta stakeholder terkait. Pertemuan ini membahas perkembangan inflasi daerah, komoditas penyumbang inflasi, serta langkah antisipatif pengendalian harga di pasaran. Gorontalo, Jumat (13/02/2026).

Berdasarkan paparan BPS, kondisi inflasi Kota Gorontalo secara umum masih dalam kategori terkendali. Pada tahun 2024 tercatat inflasi sebesar 1,89 persen dengan komponen inti di bawah 1 persen. Sementara pada periode Ramadan sebelumnya, inflasi berada di kisaran 2 persen, namun masih relatif stabil dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi.

Beberapa komoditas yang secara berulang menjadi penyumbang inflasi saat Ramadan dan Idulfitri antara lain cabai rawit (rica), bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, beras, serta ikan segar. Selain itu, emas perhiasan dan tarif listrik juga turut memengaruhi inflasi secara tahunan. Meski demikian, secara umum harga kebutuhan pokok di Kota Gorontalo saat ini masih dalam posisi stabil, bahkan beberapa komoditas tercatat mengalami deflasi.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan akan terus memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok, baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Tim pengawasan rutin diturunkan setiap hari untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

WaliKota Gorontalo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu lonjakan harga.
“Kami memastikan stok aman dan harga terkendali. Jangan panik. Kepanikan justru bisa menyebabkan inflasi karena lonjakan permintaan yang tidak wajar,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Forkopimda akan terus hadir dalam menjaga stabilitas perekonomian dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Untuk komoditas strategis seperti cabai rawit, pemerintah mendorong pola tanam yang lebih terencana serta kerja sama antar daerah guna menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

 

Reporter : Alya N.