Imlek di Klenteng Gorontalo, Pemerintah Kota Perkuat Harmoni dan Toleransi.

Eksekutif – Pemerintah Kota Gorontalo menghadiri perayaan Imlek yang dirangkaikan dengan kegiatan ramah tamah bersama umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa di Vihara Budha Dharma dan Klenteng TITD, Kelurahan Biawao, Selasa (17/02/2026).

Kehadiran jajaran Pemkot Gorontalo menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud komitmen menjaga kerukunan dalam keberagaman. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan yang turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat lintas etnis dan agama.

Dalam kegiatan ramah tamah tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa agama, negara, dan adat merupakan tiga unsur yang sulit dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“Ketiganya menyatu dan menjadi fondasi dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia juga mengutip pernyataan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang menyebut Indonesia sebagai “lukisan Tuhan yang begitu indah”. Keindahan itu tercermin dari keberagaman bangsa, mulai dari Sabang sampai Merauke dengan lebih dari 17 ribu pulau, ribuan suku bangsa, bahasa, serta latar sosial dan politik, namun tetap menyatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada keluarga besar warga Tionghoa yang merayakan Imlek. Menurutnya, perayaan tersebut bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga bagian dari kekayaan bangsa yang memperkuat persaudaraan antarumat beragama.

Momentum Imlek yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan dinilai sebagai kesempatan untuk semakin mempererat kerukunan. Ia berharap seluruh elemen masyarakat menjadi pelopor gerakan damai, rukun, dan harmonis guna mendukung pembangunan nasional serta menciptakan suasana aman dalam menjalankan ibadah.

“Keamanan dan kedamaian adalah syarat utama pembangunan dan kekhusyukan ibadah. Jika negara tidak aman, pembangunan terganggu, dan ibadah pun tidak akan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler, melainkan negara Pancasila yang menempatkan agama sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di akhir sambutan, ia berharap Provinsi Gorontalo, khususnya Kota Gorontalo, terus menjadi daerah yang rukun, cerdas, dan harmonis demi kebaikan bersama.

“Semoga kita semua terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan hidup berdampingan dalam damai,” tutupnya.

 

Reporter : Alya N.