GORONTALO — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo bersama TVRI Gorontalo memperkuat koordinasi dalam menghadapi momentum Ramadhan hingga persiapan siaran Piala Dunia. Pertemuan kedua lembaga menekankan pentingnya kualitas konten, perluasan jangkauan digital, serta penguatan siaran lokal.
Dalam pembahasan program khusus Ramadhan, TVRI Gorontalo menyampaikan rencana penyesuaian durasi siaran. Seluruh konten dipastikan tetap merujuk pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) guna menjaga kualitas dan etika penyiaran.
KPID juga menyoroti pentingnya menghadirkan dai atau penceramah yang mampu menyejukkan serta menjaga harmoni sosial. TVRI menjelaskan bahwa pemilihan dai dilakukan melalui mekanisme internal, termasuk adanya rekomendasi dari Kantor Wilayah (Kanwil).
Untuk mendukung fungsi pengawasan, TVRI akan menyerahkan jadwal lengkap program Ramadhan kepada KPID. Langkah ini diharapkan memperkuat monitoring siaran secara sinergis.
Selain Ramadhan, kesiapan siaran digital menjelang Piala Dunia turut menjadi perhatian. Saat ini TVRI Gorontalo memiliki dua perangkat siaran digital dan akan segera mendapat tambahan perangkat baru.
Apabila diperlukan, TVRI membuka peluang menghadirkan titik pusat siaran digital di wilayah yang belum terjangkau. Realisasi langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi bersama KPID.
Dalam aspek pengembangan konten, KPID mendorong penguatan siaran lokal sebagai sarana promosi budaya daerah. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penggunaan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Inggris pada program tertentu guna memperluas jangkauan audiens, termasuk ke tingkat internasional.
Kesiapan publikasi agenda strategis daerah seperti Pekan Nasional (Penas) juga dibahas. KPID mendorong optimalisasi pemberitaan agar kegiatan tersebut tersosialisasi secara luas. TVRI menyatakan telah berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk mendukung publikasi.
Pertemuan itu juga membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk dalam program “Gorontalo Menyapa” serta satu program lokal lainnya.
Kedua pihak sepakat memperluas kerja sama dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi literasi penyiaran kepada masyarakat.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga penyiaran publik sebagai sumber informasi yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Gorontalo.






Leave a Reply