GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo resmi membuka Lomba Festival Tumbilotohe 2026 pada Rabu (4/3/2026) pukul 21.00 WITA di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo, Kota Gorontalo. Kegiatan yang menjadi bagian dari semarak bulan suci Ramadan ini berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, camat, lurah, serta masyarakat.
Festival tersebut diikuti oleh berbagai peserta dari unsur kecamatan, termasuk perwakilan Kecamatan Kota Timur. Dalam kegiatan tersebut digelar sejumlah cabang lomba bernuansa religi, di antaranya lomba vokalia dan nasyid.
Selain perlombaan, panitia juga menyediakan sejumlah stan jajanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Antusiasme warga juga terlihat dari meningkatnya partisipasi dalam lomba koko’o, yang pada tahun sebelumnya diikuti enam tim per kelurahan, sementara tahun ini bertambah menjadi 16 tim per kelurahan.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam wawancara pada pukul 23.18 WITA menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan dalam rangka menyemarakkan Ramadan perlu terus dirangkul dan dihidupkan kembali oleh pemerintah daerah bersama masyarakat.
Menurutnya, meskipun pelaksanaan kegiatan pada tahun sebelumnya belum sepenuhnya sempurna, Pemerintah Kota Gorontalo berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan yang lebih baik pada tahun ini.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Adhan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo berencana kembali menggelar malam takbiran yang telah lama tidak dilaksanakan, sebagai upaya memperkuat nilai ibadah dan kebersamaan umat Islam di daerah.
Selain itu, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ambil bagian dalam perlombaan dengan membawakan lagu-lagu religi sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan festival tersebut.
Adhan Dambea juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di Kota Gorontalo. Ia menyebutkan bahwa kepemimpinan daerah merupakan amanah dari seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan.
“Pemerintah Kota Gorontalo selalu mendukung kegiatan keagamaan dari seluruh umat beragama sebagai wujud kebersamaan dan toleransi di daerah,” tegasnya.
Di sektor ekonomi, Wali Kota juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM yang menjadi salah satu prioritas sejak awal masa kepemimpinannya. Pemerintah Kota terus memfasilitasi pelaku usaha dengan menyediakan ruang dan dukungan agar masyarakat dapat berkembang secara mandiri.
Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo saat ini mencapai 6,8 persen atau berada di atas angka nasional. Dalam kurun waktu satu tahun masa jabatan, Pemerintah Kota Gorontalo juga telah meraih 24 penghargaan atas berbagai capaian kinerja pembangunan.
Meski demikian, Adhan menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama dari kerja pemerintah.
“Penghargaan itu hanyalah hasil dari kerja nyata. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan dan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Juriya






Leave a Reply