Resmi Dibuka Asisten I Setda, Tradisi Koko’o Semarakkan Bundaran Saronde Sambut Ramadan 1447 H

Eksekutif – Gorontalo, 19 Februari 2026 — Tradisi Koko’o atau ketuk sahur resmi dibuka pada Kamis dini hari (19/2/2026) pukul 00.30 WITA oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kota Gorontalo, Iskandar Moerad, di kawasan Bundaran Saronde. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian tradisi tahunan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ribuan peserta dan warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus mengikuti kegiatan.

Koko’o merupakan alat musik tradisional khas Gorontalo berbentuk kentongan bambu yang dimainkan dengan cara dipukul untuk membangunkan warga saat sahur. Tradisi ini juga dikenal sebagai toki sahur atau ketuk sahur. Pelaksanaannya dilakukan melalui konvoi warga yang membunyikan bambu secara serentak, diiringi lantunan selawat serta sentuhan musik modern yang menciptakan suasana meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Pada pukul 01.10 WITA, salah satu pengunjung, Sri Desi Anjani Laiya, mengungkapkan kesan pertamanya menyaksikan festival tersebut. Ia menilai antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan membuatnya terkejut sekaligus kagum melihat besarnya partisipasi warga yang tidak hanya menonton, tetapi ikut terlibat dalam kegiatan. Desi yang datang dari luar daerah berharap aspek keamanan dan ketertiban dapat terus ditingkatkan pada pelaksanaan mendatang.

Sementara itu, pada pukul 01.45 WITA, Ketua Panitia Firqram Idrus menjelaskan bahwa setiap tahun pihaknya terus melakukan pembaruan konsep penyelenggaraan, mulai dari desain panggung hingga penambahan elemen pendukung acara. Ia memperkirakan jumlah peserta mencapai lebih dari seribu orang, bahkan mendekati dua ribu orang di titik awal kegiatan.

Menurutnya, pelaksanaan Koko’o bertujuan melestarikan tradisi dan budaya Gorontalo agar tetap dikenal oleh generasi muda, sekaligus menjadi wujud euforia masyarakat dalam menyambut Ramadan.

Rute kegiatan dimulai dari Bundaran Saronde menuju Markas Koko’o Gorontalo, dengan pengamanan lalu lintas yang telah disiapkan guna menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Panitia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah yang terus mengalir setiap tahun. Ke depan, berbagai inovasi akan terus dihadirkan agar tradisi Koko’o semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo.

Reporter : Juriyati_Rajak