GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar kegiatan evaluasi yang dirangkaikan dengan silaturahmi antara Wali Kota Gorontalo dan para mitra kerja RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Gorontalo pada Selasa (10/3/2026) mulai pukul 13.00 WITA.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Direktur RSUD Aloei Saboe, para dokter umum dan dokter spesialis, serta sekitar 50 tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Turut hadir pula sejumlah mitra kerja dari berbagai perusahaan penyedia layanan kesehatan dan distribusi obat.
Dalam sambutannya pada pukul 13.32 WITA, Adhan Dambea menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra kerja yang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung pengembangan dan operasional RSUD Aloei Saboe. Menurutnya, kemajuan rumah sakit tidak terlepas dari peran aktif para mitra dalam membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh mitra yang selama ini telah membantu dan mendukung pengembangan rumah sakit. Tanpa kerja sama yang baik, tentu pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola rumah sakit, terutama dalam mencegah praktik percaloan atau mafia pelayanan yang berpotensi merugikan masyarakat. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menertibkan berbagai praktik yang tidak sesuai dengan prinsip pelayanan publik serta memastikan seluruh kerja sama dilakukan secara transparan melalui jalur resmi yang ditetapkan oleh manajemen rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, Adhan Dambea juga memaparkan rencana penguatan struktur organisasi RSUD Aloei Saboe, termasuk penambahan wakil direktur pada sejumlah bidang strategis seperti pelayanan, keuangan, serta umum dan perlengkapan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan rumah sakit.
“Dengan pembagian kewenangan yang lebih jelas, diharapkan pengelolaan rumah sakit dapat berjalan lebih profesional serta meminimalkan potensi penyalahgunaan kewenangan,” jelasnya.
Menutup kegiatan tersebut, Wali Kota Gorontalo mengajak seluruh mitra kerja, tenaga medis, serta manajemen rumah sakit untuk terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada Mei 2026 mendatang, RSUD Aloei Saboe akan memasuki usia 100 tahun. Momen tersebut rencananya akan diperingati dengan berbagai kegiatan, termasuk rencana pengembangan museum rumah sakit sebagai bagian dari dokumentasi sejarah pelayanan kesehatan di Kota Gorontalo.
Reporter : Juriyati R.






Leave a Reply