GORONTALO – Teknologi drone pertanian menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung pada Gelar Teknologi dan Inovasi Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan di Gorontalo. Drone produksi Maxxi tersebut dirancang untuk membantu petani melakukan penyemprotan dan penghamburan pupuk secara lebih cepat dan efisien.

Pilot Drone Maxxi, M Firdaus Idrus, menjelaskan bahwa drone tersebut memiliki kapasitas tangki hingga 30 kilogram dan mampu menyelesaikan penyemprotan maupun penghamburan pupuk di lahan seluas satu hektare hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
“Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan petani dalam mengelola lahan, sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Firdaus saat ditemui di lokasi Gelar Teknologi PENAS XVII.
Menurutnya, teknologi drone pertanian Maxxi saat ini telah digunakan di empat kabupaten di Sulawesi Selatan. Sementara itu, di Provinsi Gorontalo telah disiapkan satu unit drone yang dapat disewakan kepada petani dengan tarif Rp250 ribu per hektare.
Skema penyewaan tersebut dinilai dapat memudahkan petani memanfaatkan teknologi modern tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli unit drone secara mandiri.
“Rata-rata tanggapan petani sangat antusias karena penggunaan drone ini lebih efektif, baik dari segi waktu, tenaga, maupun biaya penyewaannya,” ujarnya.
Melalui Gelar Teknologi dan Inovasi PENAS XVII Petani Nelayan, inovasi drone pertanian Maxxi diharapkan dapat semakin memperluas pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung peningkatan produktivitas petani di berbagai daerah.
Reporter : Ica






Leave a Reply