Gorontalo – Upaya mewujudkan pertanian yang lebih hemat energi dan efisien terus berkembang seiring hadirnya berbagai inovasi pada Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo. Salah satu teknologi yang menarik perhatian pengunjung adalah Pompa Solar Panel hibrida yang memadukan tenaga matahari dengan listrik PLN untuk mendukung sistem irigasi otomatis.
Teknologi tersebut dirancang untuk mengoperasikan sistem penyiraman tetes (drip irrigation) maupun sprinkler secara lebih praktis. Energi utama berasal dari panel surya, sementara listrik PLN berfungsi sebagai sumber daya cadangan sehingga pompa tetap dapat beroperasi saat cuaca mendung atau intensitas cahaya matahari berkurang.

Teknisi tenaga surya, Irwan, menjelaskan bahwa sistem yang digunakan tidak memerlukan baterai. Ketika panel surya menerima sinar matahari, pompa akan bekerja secara otomatis. Namun ketika daya dari matahari tidak mencukupi, sistem akan beralih memanfaatkan listrik PLN.
“Kalau pagi kena matahari langsung menyala, sore mati. Tapi ini sistemnya hibrida dengan PLN. Jadi saat tenaga surya tidak maksimal, listrik membantu sehingga pompa tetap bisa beroperasi,” kata Irwan.
Menurutnya, penggunaan sistem tanpa baterai dipilih untuk menekan biaya investasi dan perawatan. Bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik, kebutuhan air dapat diatasi dengan membangun bak penampungan sehingga distribusi air tetap tersedia tanpa memerlukan penyimpanan energi berkapasitas besar.
Tidak hanya mengandalkan energi ramah lingkungan, pompa tersebut juga dilengkapi dengan teknologi solenoid valve yang memungkinkan penyiraman dilakukan secara otomatis berdasarkan waktu yang telah diatur sebelumnya. Sistem ini memungkinkan beberapa blok lahan disiram secara bergantian tanpa harus diawasi secara terus-menerus oleh petani.
Selain menyediakan perangkat, pihak penyedia juga melakukan pemasangan di lokasi pengguna serta memberikan pelatihan dan pendampingan teknis agar petani dapat mengoperasikan sistem dengan baik.
Kehadiran teknologi pompa tenaga surya hibrida di PENAS XVII menunjukkan bahwa modernisasi pertanian tidak hanya berkaitan dengan mekanisasi, tetapi juga pemanfaatan energi terbarukan yang lebih hemat dan berkelanjutan.
Dengan sistem kerja yang otomatis dan konsumsi energi yang lebih efisien, teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani dalam menjaga ketersediaan air, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas usaha tani di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Reporter : Ica






Leave a Reply