Peserta Asal Pohuwato Harap Teknologi di PENAS XVII Tak Hanya Dipamerkan, tetapi Juga Didemonstrasikan

Gorontalo – Beragam inovasi pertanian yang ditampilkan dalam Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan mendapat perhatian para peserta. Salah satunya datang dari Fadil, peserta asal Kabupaten Pohuwato, yang berharap teknologi-teknologi tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga diperagakan secara langsung kepada pengunjung.

 

Menurut Fadil, demonstrasi penggunaan teknologi akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para petani mengenai cara kerja dan manfaat dari setiap inovasi yang diperkenalkan. Dengan demikian, teknologi tersebut dapat lebih mudah diterapkan ketika peserta kembali ke daerah masing-masing.

 

Salah satu teknologi yang menarik perhatiannya adalah drone pertanian Maxxi yang digunakan untuk penyemprotan dan penghamburan pupuk. Menurutnya, teknologi tersebut menawarkan efisiensi yang sangat dibutuhkan petani dalam menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kerja dan waktu.

 

Ia menjelaskan, drone tersebut mampu menyelesaikan pekerjaan pada lahan seluas satu hektare hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Kemampuan itu dinilai dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menghemat tenaga dan biaya operasional.

 

“Kami berharap teknologi yang dipamerkan ini bisa didemonstrasikan atau dipraktikkan penggunaannya secara langsung. Jadi peserta tidak hanya melihat alatnya, tetapi juga memahami cara kerjanya dan bisa menerapkannya ketika kembali ke daerah masing-masing,” ujar Fadil.

 

Menurutnya, Gelar Teknologi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila para peserta dapat menyaksikan secara langsung cara pengoperasian alat-alat yang dipamerkan. Selain menambah wawasan, demonstrasi lapangan juga dapat meningkatkan kepercayaan petani terhadap teknologi yang diperkenalkan.

 

Gelar Teknologi PENAS XVII sendiri menghadirkan berbagai inovasi di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan yang dikembangkan oleh pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta kelompok tani dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Fadil berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran inovasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang mampu memberikan pengalaman langsung kepada para petani. Dengan demikian, teknologi yang diperkenalkan dapat diadopsi secara lebih luas dan berkontribusi terhadap percepatan modernisasi sektor pertanian nasional.

 

Melalui PENAS XVII, para petani tidak hanya memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman, tetapi juga dapat melihat secara langsung arah perkembangan teknologi yang akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

 

Reporter : Ica