Drone Cerdas Berbasis Pemetaan Lahan Dipamerkan di PENAS XVII, PT Daya Santosa Rekayasa Tawarkan Solusi Pertanian Modern

Gorontalo – Kemajuan teknologi pertanian semakin terlihat dalam Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta adalah drone pertanian berbasis pemetaan lahan yang diperkenalkan oleh PT Daya Santosa Rekayasa.

 

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu petani melakukan penyemprotan pupuk maupun pengendalian hama secara lebih cepat dan presisi. Berbeda dengan metode konvensional, drone dapat bekerja secara otomatis setelah terlebih dahulu diprogram sesuai dengan kondisi dan luas lahan yang akan dikelola.

Pilot drone PT Daya Santosa Rekayasa, Tito, menjelaskan bahwa operator terlebih dahulu membuat jalur penerbangan berdasarkan hasil pemetaan lahan. Setelah itu, drone akan menjalankan tugasnya secara mandiri mengikuti rute yang telah ditentukan.

 

“Setelah jalurnya dibuat, drone akan bekerja secara otomatis sesuai area yang telah dipetakan. Jadi proses penyemprotan menjadi lebih teratur dan efisien,” kata Tito.

 

Selain memiliki kemampuan terbang otomatis, drone tersebut juga dilengkapi sensor pendeteksi hambatan. Teknologi ini memungkinkan pesawat tanpa awak tersebut berhenti sementara ketika mendeteksi adanya objek yang menghalangi jalur penerbangan sehingga operasional di lapangan menjadi lebih aman.

 

Menurut Tito, penggunaan drone memberikan sejumlah keuntungan bagi petani. Selain mempercepat pekerjaan, teknologi tersebut juga mampu mengurangi penggunaan tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi pemakaian pupuk maupun bahan lainnya.

 

“Penggunaan drone ini lebih efisien. Meskipun investasi awal cukup besar, dalam jangka panjang lebih hemat waktu, menekan biaya operasional, dan penggunaan pupuk juga menjadi lebih efisien,” ujarnya.

 

Kehadiran drone pertanian berbasis pemetaan lahan menjadi salah satu bukti berkembangnya pertanian presisi di Indonesia. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi tantangan modernisasi, sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian nasional.

 

Melalui Gelar Teknologi PENAS XVII, berbagai inovasi yang selama ini berkembang di dunia industri dan penelitian diperkenalkan secara langsung kepada petani dan nelayan. Harapannya, teknologi yang ditampilkan tidak berhenti sebagai sebuah pameran, tetapi dapat diadopsi secara luas untuk mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

 

Reporter : Ica