Pembekalan PLP 1 Jadi Fondasi Profesionalisme Calon Guru Bahasa dan Sastra Indonesia

Acara ini dihadiri oleh Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, para dosen pembimbing lapangan (DPL), pemateri, serta seluruh mahasiswa peserta PLP 1. Pembekalan ini menjadi tahap awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik yang profesional.

Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ulfa Zakaria, M.Hum, menegaskan bahwa PLP 1 merupakan langkah awal yang krusial dalam pembentukan kompetensi mahasiswa calon guru. Ia menjelaskan bahwa PLP 1 dan PLP 2 adalah dua tahapan yang saling berkesinambungan, di mana PLP 1 berfokus pada pengenalan dan observasi lingkungan sekolah, sementara PLP 2 menjadi tahap praktik mengajar secara lebih mendalam.

“PLP itu seperti proses membuat kue. Kita harus memahami bahan dan karakteristiknya terlebih dahulu sebelum menghasilkan produk yang baik,” ujarnya, menggambarkan pentingnya pemahaman awal terhadap kondisi nyata di sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali berbagai aspek di lingkungan sekolah, mulai dari atmosfer pembelajaran, karakteristik siswa, hingga metode dan pendekatan yang digunakan oleh guru. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tahap praktik mengajar pada PLP 2.

Selain itu, mahasiswa juga diingatkan agar tidak sekadar melakukan observasi secara administratif, tetapi mampu melakukan analisis kritis dan refleksi mendalam. Mereka didorong untuk memahami alasan di balik penerapan strategi pembelajaran oleh guru serta menangkap pengalaman emosional selama berada di lingkungan sekolah.

Ketua Jurusan juga menekankan pentingnya menjaga sikap profesional selama menjalani PLP. Mahasiswa diminta untuk menjunjung tinggi etika, tidak bersikap menghakimi, serta membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.

Kegiatan pembukaan ditutup secara resmi dengan pembacaan basmalah, dengan harapan seluruh rangkaian PLP 1 dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi keguruan di masa depan.

Reporter : Juriyati.