Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, H. Fikram A.Z. Salilama, menyampaikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK di Provinsi Gorontalo.
Dalam beberapa hari terakhir, Fikram mengaku menerima banyak masukan dari para orang tua yang merasa cemas karena anak-anak mereka belum berhasil diterima di sekolah yang menjadi pilihan utama, bahkan ada yang belum memperoleh sekolah akibat mekanisme zonasi.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi dengan bijaksana dan penuh empati, mengingat pendidikan merupakan harapan setiap keluarga untuk masa depan anak-anak mereka.
“Saya memahami bahwa pelaksanaan SPMB telah memiliki aturan dan mekanisme yang harus dijalankan. Namun di balik itu, ada harapan besar dari para orang tua yang ingin melihat anak-anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan baik. Aspirasi inilah yang menjadi perhatian kami,” ujar Fikram.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kota Gorontalo, Fikram menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan suara masyarakat kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Ia berharap masih terdapat ruang evaluasi dan solusi yang dapat ditempuh bagi peserta didik yang hingga kini belum mendapatkan kepastian sekolah.
“Saya percaya pemerintah memiliki komitmen yang sama, yaitu memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan. Karena itu, mari kita bersama-sama mencari jalan keluar terbaik agar tidak ada anak Gorontalo yang kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah,” katanya.
Fikram menilai, setiap kebijakan tentu dibuat dengan tujuan yang baik. Namun dalam pelaksanaannya, dinamika di lapangan terkadang menghadirkan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Oleh sebab itu, ia berharap komunikasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat terus dibangun sehingga setiap kendala yang muncul dapat diselesaikan secara arif dan mengedepankan kepentingan peserta didik.
“Yang paling penting bukan hanya soal diterima di sekolah pilihan pertama, tetapi bagaimana setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. Jangan sampai ada anak yang harus menghentikan mimpinya hanya karena belum mendapatkan tempat belajar,” ungkapnya.
Fikram juga menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat melalui fungsi pengawasan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Menurutnya, kehadiran seorang anggota legislatif harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga.
“Insya Allah, aspirasi masyarakat akan terus kami perjuangkan. Saya yakin dengan komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan, solusi terbaik dapat ditemukan tanpa harus mengesampingkan aturan yang berlaku. Yang terpenting, tidak ada satu pun anak Gorontalo yang tertinggal dari haknya untuk memperoleh pendidikan,” tutup Fikram.






Leave a Reply