Penilaian tersebut disampaikan Andi Syafril usai meninjau langsung lokasi penyelenggaraan PENAS XVII sesaat setelah tiba di Gorontalo. Ia mengapresiasi penataan kawasan kegiatan yang dinilai telah dipersiapkan dengan baik sehingga mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para peserta.
“Ini areanya sangat bagus sekali. Sudah ditata dengan baik sehingga para petani maupun nelayan bisa melihat contoh-contoh langsung aplikasinya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tidak hanya untuk saling bertemu dan mempererat hubungan antar pelaku utama sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga untuk memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Para petani bukan hanya sekadar gembira bertemu dengan petani lainnya atau nelayan, tetapi mereka akhirnya mendapatkan pembelajaran dan semangat untuk bisa menghasilkan yang lebih baik lagi di sektor pertanian dan perikanan,” katanya.
Bupati Maros menambahkan, berbagai demonstrasi teknologi, pameran produk unggulan, serta praktik lapangan yang ditampilkan selama PENAS XVII menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang lebih maju dan berkelanjutan.
Karena itu, ia berharap ilmu, pengalaman, serta inovasi yang diperoleh selama kegiatan berlangsung dapat menjadi bekal bagi para petani dan nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong kemajuan sektor pertanian serta perikanan di daerah masing-masing.
PENAS XVII Petani dan Nelayan yang digelar di Kabupaten Gorontalo menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian dan perikanan melalui pertukaran pengalaman, teknologi, dan inovasi yang melibatkan peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Reporter : Ica





Leave a Reply