Gorontalo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 berbasis digital. Kebijakan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kota Gorontalo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Dr. Husin Ali, S.Pd., M.AP., menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan keberpihakan kepada masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
“Kami ingin menjamin hak pendidikan setiap anak. Melalui sistem ini, kita mengembalikan anak-anak ke layanan pendidikan formal maupun nonformal seperti Paket A, Paket B, dan Paket C. Langkah ini penting untuk menyiapkan mereka agar mandiri dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” ujar Husin.
Menurutnya, salah satu tujuan utama SPMB adalah memastikan tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan akses pendidikan karena faktor ekonomi maupun kendala lainnya.
Daya Tampung Lebih dari Cukup
Husin menjelaskan bahwa daya tampung sekolah di Kota Gorontalo tahun ini jauh lebih besar dibandingkan jumlah lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), jumlah lulusan tercatat sebanyak 2.535 siswa, sementara daya tampung yang tersedia mencapai 4.396 kursi. Adapun pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), tersedia 3.584 kursi untuk menampung 2.518 lulusan.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan seluruh anak di Kota Gorontalo memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan.
“Tidak ada alasan bagi anak-anak Kota Gorontalo untuk tidak bersekolah karena keterbatasan daya tampung,” tegasnya.
Kuota Jalur Penerimaan Diatur Proporsional
Pelaksanaan SPMB 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 dan Kepmendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026.
Untuk jenjang SD, komposisi kuota terdiri atas:
- Jalur domisili: 75 persen
- Jalur afirmasi: 20 persen
- Jalur mutasi: 5 persen
Sementara pada jenjang SMP, pembagian kuota meliputi:
- Jalur domisili: 50 persen
- Jalur afirmasi: 20 persen
- Jalur mutasi: 5 persen
- Jalur prestasi: 25 persen
Jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga ekonomi lemah dan penyandang disabilitas sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Hapus Stigma Sekolah Favorit
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Kota Gorontalo juga berupaya menghapus stigma mengenai sekolah favorit atau sekolah unggulan.
Atas arahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Dinas Pendidikan berkomitmen melakukan pemerataan kualitas pendidikan agar tidak terjadi penumpukan calon peserta didik di sekolah-sekolah tertentu.
“Tidak ada lagi sekolah unggulan nomor satu, dua, dan seterusnya. Di Kota Gorontalo, semua sekolah adalah sekolah unggulan,” tegas Husin.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan melakukan pemerataan tenaga pendidik dengan menempatkan kepala sekolah dan guru-guru terbaik secara merata di seluruh wilayah Kota Gorontalo.
Selain itu, para camat juga turut menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terfokus pada sekolah tertentu di pusat kota.
Aplikasi SPMB Dikembangkan Secara Mandiri
SPMB 2026 juga menjadi tonggak baru dalam transformasi digital sektor pendidikan di Kota Gorontalo. Untuk pertama kalinya, aplikasi SPMB dikembangkan secara mandiri melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Gorontalo.
Proses pengembangan aplikasi tersebut berlangsung selama tiga bulan dan seluruh pusat data dikelola langsung oleh pemerintah daerah serta terintegrasi dengan sistem pelaporan kepada Kementerian Pendidikan.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga akan menjalankan program pendukung bertajuk Make Up School yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, optimalisasi sarana sekolah, serta efisiensi penggunaan anggaran.
Di akhir keterangannya, Husin mengimbau masyarakat agar tidak khawatir menghadapi proses penerimaan murid baru tahun ini karena seluruh kebutuhan ruang belajar telah dipersiapkan secara matang.
“Masyarakat tidak perlu panik. Semua ruang belajar sudah kami siapkan dengan baik demi menyambut anak-anak kita di sekolah pilihan terbaik mereka,” pungkasnya.






Leave a Reply