Gorontalo – Koalisi Fraksi Gabungan Partai Demokrat dan Partai Hanura di DPRD Provinsi Gorontalo dikabarkan mulai mengalami keretakan. Perbedaan pandangan dalam menyikapi sejumlah agenda politik dan kebijakan internal disebut menjadi pemicu renggangnya hubungan kedua partai di parlemen daerah tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, komunikasi antara sejumlah anggota fraksi gabungan mulai tidak berjalan harmonis bahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke -84, Ketika semua fraksi dimintakan pandangan Fraksi Tentang RANPERDA Perubahan atas peraturan daerah nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, Ekwan Ahmad yang juga Sekretaris Fraksi Gabungan Demokrat dan Hanura ini mengintrupsi “menyampaikan bahwa Sebenarnya yang menyampaikan Siapa yang akan membacakan pandangan fraksi itu yaitu Ketua atau Sekretaris Fraksi, tetapi hal ini sudah diambil alih oleh orang lain, kalau saya ini sudah tidak di hargai lagi saya akan mengundurkan diri dari Fraksi Gabungan Demokrat dan hanura”
Bahkan Ekwan Ahmad pun menambahkan “walaupun saya hanya sendiri, tolong di hargai, saya malu juga pak”.
dilain sisi Anggora Fraksi DNURA Syarifudin Bano menyampaikan permohonan maaf kepada bapak Ekwan Ahmad. karena memang saat dimintai tanggapan oleh ketua DPRD pak Syarifudin Bano lah yang langsung menanggapi hal tersebut.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan Fraksi Gabungan Demokrat dan Hanura terkait isu keretakan tersebut. Baik Partai Demokrat maupun Partai Hanura juga masih belum memberikan kepastian apakah koalisi fraksi akan tetap dipertahankan atau berakhir.
Jika keretakan tersebut benar terjadi hingga berujung perpisahan, maka peta politik di DPRD Provinsi Gorontalo diperkirakan akan mengalami perubahan, termasuk dalam pola koalisi dan kekuatan politik antar fraksi di parlemen.
setelah paripurna selesai, Syarifudin Bano menghampiri Ekwan Ahmad dan berbincang santai dan bercanda gurau kembali.






Leave a Reply