KRITIK KERAS UNTUK DINAS TERKAIT: RUMAH WARGA DI BULOTA TERANCAM HANYUT, PENANGANAN DINILAI NIHIL

Gorontalo, 26 Mei 2026 – Sebuah rumah warga yang berada di Lingkungan II, Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan terancam roboh akibat abrasi serta longsor di bantaran sungai yang terus terjadi sejak pertengahan tahun 2025.

Meskipun kondisi tersebut telah berulang kali dilaporkan kepada berbagai instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga pihak Balai Wilayah Sungai, namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret untuk menangani permasalahan tersebut.

 

Dalam wawancara yang dilakukan di lokasi kejadian pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 15.40 WITA, salah satu warga setempat, Ivon Idris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons dari pihak terkait.

 

“Kami sudah beberapa kali melapor dan meminta bantuan kepada pihak terkait, namun sampai saat ini belum ada tindakan nyata. Bahkan ayahanda Lurah Bulota sudah beberapa kali mengantarkan proposal permohonan bantuan, tetapi hanya bolak-balik tanpa hasil. Sampai Pak Bupati pernah melakukan diskusi langsung dengan pihak terkait, namun tetap belum ada tindak lanjut,” ujar Ivon.

 

Rumah yang terancam hanyut tersebut saat ini dihuni oleh empat orang anggota keluarga. Kondisi tanah yang terus terkikis membuat warga sekitar khawatir akan keselamatan penghuni rumah, terutama ketika curah hujan meningkat dan debit air sungai naik.

 

Masyarakat setempat berharap pemerintah dan instansi yang berwenang segera mengambil langkah penanganan sebelum terjadi bencana yang lebih besar. Warga menilai bahwa kondisi ini sudah berada pada tahap darurat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

 

“Kalaupun belum ada program pembangunan permanen dalam waktu dekat, setidaknya kami berharap ada penanganan darurat atau pengamanan tebing sungai dari Balai Sungai agar aliran sungai tidak terus menggerus tanah dan memakan rumah kami,” tambah Ivon.

 

Warga berharap aspirasi dan keluhan yang telah berulang kali disampaikan tidak lagi diabaikan, mengingat ancaman terhadap keselamatan jiwa dan harta benda semakin nyata dari hari ke hari.

 

Reporter : Juriyati