Adhan Dambea: Semua Sekolah di Kota Gorontalo Memiliki Kualitas yang Sama

Gorontalo – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 resmi dimulai di Kota Gorontalo. Pembukaan SPMB dilakukan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, Rabu (3/6/2026).

Dimulainya proses penerimaan murid baru tersebut disambut antusias oleh masyarakat, khususnya para orang tua yang anaknya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Adhan mengimbau para orang tua agar tidak lagi terpaku pada anggapan adanya sekolah unggulan maupun sekolah favorit. Menurutnya, seluruh sekolah di Kota Gorontalo memiliki kualitas yang setara dan didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten.

“Semua sekolah sama. Tidak ada lagi yang namanya unggulan,” tegas Adhan usai membuka SPMB.

Ia menjelaskan bahwa kualitas pendidikan di Kota Gorontalo terus mengalami peningkatan. Hal tersebut didukung oleh sumber daya guru yang semakin berkualitas, bahkan sebagian telah memiliki kualifikasi akademik hingga jenjang doktor.

“Tak perlu khawatir, guru-guru di Kota Gorontalo berkualitas. Bahkan ada yang sudah doktor. Saya juga yakin orang tua siswa sudah mengetahui hal itu,” ujarnya.

Meski demikian, Adhan mengakui bahwa stigma mengenai sekolah favorit masih sering muncul setiap kali proses penerimaan peserta didik baru berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut pernah terjadi pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), ketika sebagian besar calon siswa lebih memilih sekolah tertentu.

“Seperti SMA, pasti SMA 1 yang menjadi favorit. Saya pun mencari cara agar stigma seperti ini tidak ada lagi. Akhirnya saya membuat SMA 3 Boarding School. Alhamdulillah sejak saat itu sudah lebih berimbang,” ungkapnya.

Fenomena serupa, lanjut Adhan, juga masih ditemukan pada jenjang SMP. Oleh karena itu, ia berharap pelaksanaan SPMB yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo dapat menjadi instrumen pemerataan peserta didik di seluruh sekolah.

SPMB Tahun Ajaran 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berupaya menciptakan pemerataan akses pendidikan serta menghilangkan kesenjangan persepsi antara sekolah yang dianggap favorit dan sekolah lainnya.

Menurut Adhan, yang paling penting dalam dunia pendidikan bukanlah label sekolah, melainkan kualitas proses belajar mengajar yang diterima peserta didik.

“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik. Semua sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk mencetak siswa berprestasi,” pungkas Wali Kota dua periode tersebut.

Pemerintah Kota Gorontalo berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lancar, transparan, dan berkeadilan, sehingga seluruh anak usia sekolah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.