GORONTALO – Polemik terkait penanganan perkara yang menyeret Wali Kota Gorontalo kembali memanas. Adhan Dambea memastikan aksi unjuk rasa lanjutan akan digelar di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo pada Jumat, 23 Oktober 2026 mendatang.
Dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (17/10/2026), Adhan menegaskan bahwa aksi tersebut masih membawa tuntutan yang sama, yakni mendesak kepolisian menghentikan apa yang disebutnya sebagai bentuk kriminalisasi terhadap Wali Kota Gorontalo.
“Isu yang dibawa masih sama, yaitu hentikan kriminalisasi terhadap Wali Kota Gorontalo,” ujar Adhan.
Ia menyebut, aksi unjuk rasa tersebut tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Bahkan, Adhan menyatakan pihaknya berencana menggelar demonstrasi setiap pekan hingga tuntutan mereka terpenuhi.
“Tiap pekan kita akan demo terus, sampai Pardede angkat kaki dari Gorontalo,” ungkapnya.
Berbeda dari aksi sebelumnya, demonstrasi yang direncanakan pekan depan disebut akan melibatkan basis massa yang lebih luas. Konsolidasi, menurut keterangan tersebut, tidak hanya menyasar elemen masyarakat sipil, tetapi juga kalangan generasi muda hingga remaja.
Rencana aksi ini menjadi perkembangan terbaru dari polemik yang terus bergulir di Gorontalo. Perhatian publik kini tertuju pada jalannya demonstrasi serta respons pihak kepolisian terhadap tuntutan yang disampaikan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Polda Gorontalo yang dimuat dalam naskah ini mengenai rencana aksi maupun tanggapan atas tudingan kriminalisasi tersebut.
Reporter : Reza






Leave a Reply