Kementan Dorong Penyuluh Manfaatkan Media Sosial sebagai Sarana Penyuluhan Pertanian

Gorontalo – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendorong para penyuluh pertanian untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebarluasan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan konten digital yang digelar dalam rangkaian Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026.

Pelatihan yang berlangsung di Saung Tani PENAS XVII tersebut diikuti oleh penyuluh dan petani dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta dibekali kemampuan membuat konten foto dan video yang menarik untuk berbagai platform digital, seperti TikTok dan Instagram, sehingga materi penyuluhan dapat disampaikan secara lebih efektif dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

 

Penyuluh Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara, Ishak Talango, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan teknik pengambilan gambar, tetapi juga bagaimana menghasilkan konten yang memiliki nilai estetika dan mampu menarik perhatian audiens.

 

“Yang dilatih tadi bagaimana membuat media itu menjadi menarik. Jadi bukan hanya memotret, tetapi bagaimana foto dan videonya memiliki daya tarik sehingga orang tertarik melihat dan memahami informasi yang disampaikan,” ujar Ishak.

 

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut para penyuluh untuk beradaptasi dengan pola komunikasi yang semakin digital. Pemanfaatan media sosial dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai teknologi, inovasi, serta praktik pertanian yang baik kepada masyarakat.

 

Ia menambahkan, materi yang diberikan mendapat respons positif dari peserta. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme serta diskusi yang berlangsung selama pelatihan.

 

Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dalam membuat konten edukatif yang menarik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media penyuluhan digital setelah kembali ke daerah masing-masing.

 

Pelatihan pembuatan konten digital menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian di era digital. Dengan memanfaatkan media sosial, informasi mengenai inovasi dan teknologi pertanian diharapkan dapat tersampaikan lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah dipahami oleh para petani maupun masyarakat umum.

 

Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknologi, PENAS XVII juga menjadi wadah penguatan kompetensi sumber daya manusia pertanian agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

 

Reporter : Ica