Tradisi yang Hampir Terlupakan Kembali Hidup di Desa Duano

BONE BOLANGO — Tradisi sastra lisan Gorontalo yang nyaris terlupakan kembali dihidupkan melalui Pagelaran Sastra Lisan Gorontalo yang digelar di Desa Duano, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya daerah melalui berbagai pertunjukan seni tradisional khas Gorontalo.

Berbagai penampilan seni budaya turut dipertunjukkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya tanggomo, tujai, ohidu/legedo, hingga paleboho. Ragam sastra lisan itu ditampilkan melalui puisi, syair, cerita rakyat, hingga lantunan lagu tradisional yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Gorontalo.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Moch. Andri WP, Staf Khusus Bupati Bone Bolango Muslich Mile, komunitas pelestarian budaya, maestro sastra lisan Gorontalo, Sanggar Seni Budaya Bone Bolango, serta masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan pagelaran tersebut.

Pagelaran sastra lisan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya melestarikan kebudayaan Gorontalo agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkomunitas seni dan budaya di daerah.

Dalam sambutannya, Moch. Andri WP menyampaikan harapannya agar seluruh komunitas dan sanggar seni di Provinsi Gorontalo dapat terus bersinergi menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

“Harapannya Kantor Pelestarian Kebudayaan dapat menjadi perekat bagi semua komunitas dan sanggar seni yang ada di Provinsi Gorontalo. Karena Gorontalo sendiri mempunyai potensi kebudayaan yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengolah kemudian membuat reputasi ini semakin lebih baik,” ujar Andri.

Melalui pagelaran sastra lisan ini, pemerintah daerah bersama para pegiat budaya berharap tradisi sastra lisan Gorontalo tetap hidup, berkembang, dan menjadi identitas budaya yang terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Reporter : Alya N.