Wali Kota Adhan: Target PAD Harga Mati, Pejabat yang Gagal Siap Dievaluasi

Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Gorontalo. Bahkan, ia mengingatkan seluruh pejabat agar serius mengejar target yang telah ditetapkan, karena capaian PAD akan menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi kinerja.

Penegasan tersebut disampaikan Adhan saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Pemerintah Kota Gorontalo yang berlangsung di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (15/7/2026).

Dalam arahannya, Adhan menekankan bahwa kemampuan pemerintah membiayai pembangunan sangat bergantung pada besarnya PAD yang berhasil dihimpun. Menurutnya, berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pembayaran hak pegawai, dibiayai melalui pendapatan daerah.

“Di Kota Gorontalo, pembangunan jalan, program-program pemerintah, termasuk pembayaran TPP dan berbagai kebutuhan lainnya, sangat bergantung pada PAD. Karena itu saya mendorong seluruh jajaran untuk serius meningkatkan pendapatan daerah,” tegas Adhan.

Ia mengatakan, upaya meningkatkan PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola pendapatan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh OPD, camat, dan lurah.

Menurutnya, seluruh aparatur pemerintah harus memiliki semangat yang sama dalam menggali potensi penerimaan daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Saya sudah menugaskan camat, lurah, hingga kepala OPD untuk ikut berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Selain itu, Adhan juga menyoroti realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang menurutnya masih belum maksimal di sejumlah wilayah.

Ia meminta seluruh jajaran segera mempercepat penagihan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak, karena hasilnya akan kembali digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

Wali Kota menegaskan bahwa pencapaian target PAD akan menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kinerja pejabat.

Ia memastikan evaluasi akan dilakukan setelah berakhirnya bulan Juli. Pejabat yang tidak mampu menunjukkan peningkatan kinerja maupun capaian target akan diberikan tindakan tegas.

“Selesai Juli ini saya evaluasi lagi. Kalau masih tetap di bawah target, saya kasih nonjob,” tegas Adhan.

Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata sebagai bentuk hukuman, tetapi untuk memastikan seluruh pejabat memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pembangunan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah.

Dengan meningkatnya PAD, Pemerintah Kota Gorontalo optimistis dapat memperluas pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.