GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat komitmennya dalam memenuhi hak dasar masyarakat di bidang kesehatan. Hingga kini, cakupan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat Kota Gorontalo disebut telah mencapai 98 persen melalui program BPJS Kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC).
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan Pemerintah Kota Gorontalo dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengatakan capaian tersebut sejalan dengan komitmen yang telah disampaikannya sejak awal menjabat. Saat pengucapan sumpah dan pelantikan di hadapan DPRD Kota Gorontalo, ia menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Menurut Adhan, pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
“Ketika saya mengucapkan sumpah di gedung DPRD, saya sudah berjanji bahwa prioritas saya adalah Pendidikan dan Kesehatan. Dua ini adalah hak rakyat yang wajib dihadirkan oleh pemerintah,” ujar Adhan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Gorontalo terus mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung kepesertaan masyarakat dalam program jaminan kesehatan, terutama bagi warga berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan pembiayaan.
Dengan cakupan kepesertaan yang telah mencapai 98 persen, pemerintah daerah menilai masih terdapat ruang untuk memperluas perlindungan hingga seluruh masyarakat Kota Gorontalo dapat memperoleh jaminan kesehatan.
Bagi Pemkot Gorontalo, capaian UHC bukan hanya persoalan angka kepesertaan. Lebih dari itu, keberadaan jaminan kesehatan diharapkan memastikan masyarakat tidak kehilangan akses terhadap pelayanan medis hanya karena keterbatasan kemampuan ekonomi.
Adhan menegaskan, komitmen terhadap kesehatan masyarakat akan terus menjadi bagian penting dari arah pembangunan Kota Gorontalo. Bersama sektor pendidikan, pelayanan kesehatan akan terus didorong agar semakin mudah diakses dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Target akhirnya bukan sekadar mencapai angka kepesertaan yang tinggi, tetapi memastikan tidak ada warga yang harus mengabaikan kebutuhan kesehatan karena persoalan biaya.
Reporter : Reza





Leave a Reply