Banjir Kali Serdadu Jadi Sorotan Reses, Fikram Salilama Janji Kawal Penanganannya

Foto by : Ahmad Dj

 Gorontalo – Persoalan banjir akibat luapan Kali Serdadu serta kondisi jalan lingkungan yang rusak menjadi dua aspirasi utama yang disampaikan warga dalam agenda reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram A.Z. Salilama, di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Selasa (7/7/2026).

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang warga, Hamka, yang meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan yang selama bertahun-tahun menghantui masyarakat.

Menurut Hamka, setiap musim hujan kawasan tersebut kerap dilanda banjir akibat kondisi Kali Serdadu yang dinilai membutuhkan normalisasi dan pemeliharaan secara berkala.

“Daerah ini langganan banjir jika hujan turun, dan ini bersumber dari Kali Serdadu. Kami berharap ada perbaikan atau pengerukan, kemudian dilakukan pemeliharaan secara rutin,” ujarnya.

Selain persoalan banjir, warga juga mengeluhkan kondisi jalan sepanjang kurang lebih 35 meter yang berada di belakang Kantor Kelurahan Heledulaa Utara. Jalan tersebut dipenuhi lubang dan sering tergenang air sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama saat hujan turun.

Menanggapi aspirasi tersebut, Fikram Salilama menjelaskan bahwa persoalan penanganan Kali Serdadu sebenarnya sempat masuk dalam pembahasan anggaran.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2024 Pemerintah Kota Gorontalo mengusulkan program penanganan Kali Serdadu melalui Balai Wilayah Sungai dengan skema pendanaan yang mensyaratkan dana pendamping dari Pemerintah Provinsi Gorontalo sekitar Rp1,3 miliar.

“Anggaran itu sudah saya perjuangkan mati-matian di Badan Anggaran (Banggar). Namun, dari pihak Balai Sungai kemudian membatalkan dan menggeser program tersebut ke tahun 2025,” jelas Fikram.

Menurutnya, memperjuangkan anggaran pembangunan bukan perkara mudah karena harus disesuaikan dengan berbagai kebutuhan daerah lainnya. Meski demikian, ia memastikan persoalan Kali Serdadu tetap menjadi salah satu prioritas yang akan terus dikawal.

“Insya Allah ini menjadi catatan penting bagi saya. Dalam waktu dekat kami akan mengundang Dinas Pekerjaan Umum untuk membahas kepastian kelanjutan penanganan Kali Serdadu agar masyarakat mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Sementara terkait jalan rusak di belakang Kantor Kelurahan Heledulaa Utara, Fikram menjelaskan bahwa berdasarkan kewenangannya, ruas jalan tersebut kemungkinan merupakan aset Pemerintah Kota Gorontalo.

Meski demikian, ia berkomitmen untuk menjembatani komunikasi dengan pemerintah kota agar aspirasi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

“Terkait jalan ini, Insya Allah akan segera saya sampaikan dan koordinasikan langsung dengan Pak Wali Kota agar bisa mendapatkan perhatian,” katanya.

Fikram menegaskan, seluruh aspirasi yang diterimanya selama reses akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Gorontalo. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat harus memberikan manfaat nyata melalui pengawalan terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, baik yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Reporter : reza