DPRD Provinsi Gorontalo Setujui Perubahan Agenda Paripurna, Pembahasan Perubahan APBD 2026 Diundur

GORONTALO – DPRD Provinsi Gorontalo resmi menyetujui perubahan agenda Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026 melalui Rapat Paripurna ke-99 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo, Kamis malam (6/8/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD lainnya, serta didampingi Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Rifli M. Katili, yang bertindak sebagai sekretaris rapat.

Agenda diawali dengan pembacaan surat masuk oleh Sekretaris DPRD sebagai dasar usulan perubahan agenda persidangan. Setelah surat dibacakan, pimpinan rapat meminta persetujuan seluruh anggota dewan terhadap perubahan jadwal yang diusulkan.

Dalam rapat tersebut, seluruh anggota DPRD yang hadir menyepakati perubahan jadwal Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2026.

Semula, agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, namun berdasarkan kesepakatan bersama diubah menjadi Rabu, 12 Agustus 2026.

Perubahan jadwal tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian agenda persidangan agar seluruh tahapan pembahasan Ranperda Perubahan APBD dapat berjalan lebih optimal sesuai mekanisme yang berlaku.

Usai memperoleh persetujuan forum, rapat dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen perubahan agenda Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026 oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, sebagai bentuk pengesahan keputusan rapat paripurna.

Dengan disepakatinya perubahan agenda tersebut, DPRD Provinsi Gorontalo berharap proses pembahasan Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sehingga tahapan legislasi dan penganggaran daerah tetap berjalan efektif dan tepat waktu.

Rapat Paripurna ke-99 kemudian ditutup secara resmi oleh pimpinan sidang dengan ucapan “Alhamdulillahirabbilalamin”, menandai berakhirnya seluruh rangkaian agenda rapat.