GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dengan menggelar peresmian perubahan nama sejumlah ruas jalan strategis di Kota Gorontalo, Rabu (20/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para tokoh bangsa dan pejuang daerah yang telah berjasa bagi Indonesia.
Peresmian berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel. Turut hadir Ketua DPRD Kota Gorontalo, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, unsur Forkopimda, perwakilan Kapolres, perwakilan keluarga B.J. Habibie yang diwakili Rusli Habibie, perwakilan keluarga Nani Wartabone, perwakilan keluarga Dr. Zainal Umar Siddiki, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo bersama anggota Fraksi Partai Golkar, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat, kepala bagian, hingga jajaran Dinas Perhubungan Kota Gorontalo.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo dalam laporannya menyampaikan bahwa pemberian dan perubahan nama jalan tersebut bertujuan memperkuat identitas daerah, mengenang jasa tokoh nasional dan pejuang daerah, serta mempermudah administrasi kewilayahan.
“Dengan momentum semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026, Pemerintah Kota Gorontalo menghormati dan mengenang jasa dari para pejuang kemerdekaan Gorontalo,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo meresmikan tiga perubahan nama ruas jalan strategis. Jalan Jaksa Agung Suprapto resmi berubah menjadi Jalan B.J. Habibie, dimulai dari simpang empat Jalan H.B. Yasin hingga Jalan Berito di perbatasan Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango dengan panjang sekitar 5,2 kilometer.
Kemudian, Jalan Robert Wolter Monginsidi kini resmi bernama Jalan Ajoeba Wartabone, mulai dari simpang empat Jalan Sultan Hasanuddin hingga simpang tiga Jalan Pendang Kalengkongan di depan Polresta Gorontalo Kota sepanjang kurang lebih 850 meter.
Sementara itu, Jalan Palma resmi berubah menjadi Jalan Dr. Zainal Umar Siddiki, mulai dari simpang empat Jalan H.B. Yasin hingga simpang tiga Jalan Profesor Hasan Abas Nusi dengan panjang sekitar 2,7 kilometer.

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian nama jalan tersebut bukan sekadar pergantian papan nama, melainkan bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan para tokoh bangsa.
“Ini bukanlah sekadar seremonial mengganti plang atau papan arah. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan dari Pemerintah Kota Gorontalo atas jasa, dedikasi, serta perjuangan para tokoh pendahulu yang telah memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujar Adhan Dambea.
Ia berharap, perubahan nama jalan tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani semangat perjuangan, pengabdian, serta nasionalisme para tokoh bangsa demi menjaga persatuan dan kedaulatan negara.
Reporter : Alya N.






Leave a Reply