GORONTALO — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Gorontalo periode 2026–2027 resmi dilantik pada Selasa, 29 September 2026. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru sekaligus mempertegas arah gerak organisasi dalam menjalankan roda pergerakan di Kota Gorontalo.

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar PMII, Ahmad Syahrul Fadhil, S.Sos., M.Si. Kehadiran jajaran PB PMII dalam momentum tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan konsolidasi organisasi dan keberlanjutan gerakan PMII di tingkat cabang.
Mengusung semangat “Mengokohkan Kepemimpinan Pergerakan, Merawat Tradisi, Mewujudkan Transformasi Organisasi yang Progresif”, pelantikan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan, tetapi menjadi penegasan arah gerak PC PMII Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Fauzan Mokoagow sebagai Ketua PC PMII Kota Gorontalo periode 2026–2027.
Dalam penyampaiannya, Fauzan menegaskan bahwa kepemimpinan pergerakan tidak boleh berhenti pada pergantian struktur dan seremoni pelantikan. Menurutnya, kepemimpinan harus mampu melahirkan keberanian untuk membaca berbagai persoalan, mengkritisi kebijakan, serta hadir bersama masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Mengokohkan kepemimpinan pergerakan, merawat tradisi, dan mewujudkan transformasi organisasi yang progresif bukan sekadar tema pelantikan, tetapi merupakan penegasan arah gerak PMII Kota Gorontalo ke depan,” tegas Fauzan.
Ia juga menekankan pentingnya merawat tradisi organisasi tanpa terjebak dalam romantisme masa lalu. Tradisi, kata dia, harus menjadi fondasi untuk membangun keberanian berpikir, keberanian bersikap, serta keberanian dalam melakukan perubahan.
Sementara itu, transformasi organisasi harus diwujudkan melalui kaderisasi yang kuat, gerakan yang berbasis kajian, serta keberpihakan yang nyata terhadap masyarakat. PMII Kota Gorontalo didorong untuk tidak hanya aktif dalam ruang internal organisasi, tetapi juga mampu merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“PMII Kota Gorontalo harus mampu keluar dari rutinitas organisasi yang hanya sibuk mengurus internal, tetapi lemah dalam merespons persoalan sosial. Organisasi yang progresif adalah organisasi yang mampu mengubah gagasan menjadi gerakan dan gerakan menjadi perubahan,” ujarnya.
Fauzan menyampaikan bahwa pelantikan kepengurusan baru bukan merupakan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi seluruh kader dan pengurus PC PMII Kota Gorontalo.
“Pelantikan ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kita ingin PMII hadir bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai kekuatan intelektual dan gerakan sosial yang mampu memberi arah bagi perubahan di Gorontalo,” pungkasnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2027, PC PMII Kota Gorontalo diharapkan mampu memperkuat konsolidasi kader, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta membangun gerakan yang responsif terhadap dinamika sosial, kebijakan publik, dan kebutuhan masyarakat.
Kepengurusan baru juga diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai pergerakan sebagai dasar dalam menjalankan roda organisasi, sehingga PMII tidak hanya tumbuh secara struktural, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Reporter : Ahmad






Leave a Reply