Temukan Warga Hidup Memprihatinkan, Wali Kota Adhan Evaluasi Kinerja Lurah

Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, melontarkan evaluasi tegas terhadap kinerja para lurah setelah menemukan langsung sejumlah warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan saat melakukan turun lapangan (turlap).

Temuan tersebut disampaikan Adhan saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan yang berlangsung di Bandhayo Lo Yiladia, Ahad (5/7/2026).

Di hadapan para camat, lurah, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Adhan mengaku kecewa karena masih menemukan masyarakat yang hidup dalam kondisi sulit tanpa diketahui lebih dahulu oleh pemerintah kelurahan.

Padahal, menurutnya, lurah merupakan ujung tombak pemerintahan yang seharusnya paling memahami kondisi sosial masyarakat di wilayah masing-masing.

“Saya melihat sendiri di lapangan. Kemarin saya turun seharian sampai malam mengecek kondisi warga. Saya baru mengetahui ada masyarakat yang hidup tidak sejahtera setelah menerima laporan dari warga. Ini mengindikasikan lurah tidak bekerja dengan baik,” tegas Adhan.

Dalam kunjungannya, Adhan menemukan seorang warga di Kelurahan Dembe I yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Ia juga mendapati seorang lanjut usia di kelurahan lain yang harus tinggal di rumah kos setelah rumah miliknya dijual oleh anaknya.

Menurut Adhan, kondisi tersebut seharusnya sudah lebih dulu terdeteksi oleh aparat kelurahan sehingga pemerintah dapat segera memberikan penanganan sebelum persoalan tersebut semakin memburuk.

“Saya sudah sampaikan sejak awal, jangan sampai ada warga yang tidak makan atau hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa diketahui pemerintah. Lurah harus hadir dan mengetahui keadaan masyarakatnya,” ujarnya.

Adhan menegaskan, jabatan lurah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk melayani dan melindungi masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh lurah agar tidak hanya menjalankan rutinitas pemerintahan, tetapi aktif turun ke lingkungan warga untuk memastikan tidak ada masyarakat yang terabaikan.

“Jangan hanya menikmati jabatan. Bekerjalah dengan tanggung jawab. Ingat, saat dilantik kita disumpah di bawah Al-Qur’an dan berjanji untuk mengurus rakyat,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut, Adhan menginstruksikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Gorontalo untuk segera menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh lurah.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur kelurahan, terutama dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan respons terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Menurut Adhan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu hadir dan memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan.

Rakorev tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel, Sekretaris Daerah Ismail Madjid, para pimpinan OPD, camat, serta seluruh lurah di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.