Bukan Tambal Sulam, Wali Kota Adhan Pastikan Jalan Eks Palma Dibangun Ulang dengan Dana PAD

Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian adalah peningkatan ruas Jalan Zainal Umar Sidiki (eks Jalan Palma) yang dipastikan tidak hanya dilakukan dengan penambalan, melainkan dibangun ulang secara menyeluruh.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat meninjau progres pekerjaan di lokasi proyek, Senin (13/7/2026).

Menurut Adhan, proyek peningkatan jalan sepanjang 2,6 kilometer itu merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Gorontalo pada tahun anggaran 2026, dengan nilai investasi mencapai Rp9,2 miliar.

“Proyek peningkatan Jalan Zainal Umar Sidiki dibiayai sepenuhnya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nilai anggarannya mencapai Rp9,2 miliar,” ujar Adhan.

Ia menegaskan, penggunaan dana yang bersumber dari PAD menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Pajak dan retribusi yang dibayarkan warga, kata dia, harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.

Selain Jalan Zainal Umar Sidiki, Pemerintah Kota Gorontalo juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan dua ruas jalan lainnya, yakni Jalan Taman Buah sepanjang 417 meter dengan anggaran Rp2,7 miliar, serta Jalan Pangeran Hidayat sepanjang 655 meter dengan nilai Rp3,3 miliar.

Adhan menegaskan, seluruh proyek tersebut dibiayai murni menggunakan PAD tanpa mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

“Saya tegaskan lagi, seluruh pembiayaan tiga proyek tersebut tidak menggunakan DAU, tetapi berasal dari PAD yang kita kumpulkan dari masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menepis anggapan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung hanya berupa tambal sulam terhadap jalan yang rusak.

Menurutnya, pemerintah memilih melakukan peningkatan konstruksi jalan secara menyeluruh agar hasil pembangunan lebih berkualitas, tahan lama, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat.

“Tidak ada tambal-tambal. Kita bikin baru. Kita bikin yang bagus, kita bikin yang serius. Kalau hanya tambal, berarti pemerintah kota tidak serius. Kita tidak mau yang begitu-begitu,” tegas Adhan saat menjawab pertanyaan awak media.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan standar yang baik agar tidak menjadi beban anggaran di kemudian hari akibat perbaikan yang terus berulang.

Karena itu, Pemerintah Kota Gorontalo memilih membangun jalan dengan kualitas yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Usai menuntaskan tiga proyek prioritas peningkatan jalan tersebut, Adhan mengungkapkan pemerintah akan melanjutkan agenda pembangunan strategis lainnya, termasuk pembangunan kantor Wali Kota Gorontalo sebagai bagian dari penataan pusat pemerintahan.

Dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berharap pembangunan yang dibiayai dari PAD benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bukti bahwa setiap rupiah yang dibayarkan melalui pajak dan retribusi dikembalikan dalam bentuk pelayanan dan infrastruktur yang berkualitas.