GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode Telusur Kota Gorontalo 2026 mengajak masyarakat Kelurahan Tenda untuk mulai membiasakan memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk **”Suara ASA” (Suara Sampah dan Asa Warga)** yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Tenda, Sabtu (18/7/2026). Mengusung tema **”Pilah Sampah Hari Ini, Bersih Lingkungan Esok Hari”**, kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN UGM Sub Unit Tenda yang diinisiasi oleh Ahmad Mafriansyah dan dijalankan selama masa pengabdian sekitar 50 hari di Kelurahan Tenda.
Sosialisasi turut dihadiri masyarakat serta perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Gorontalo yang memberikan edukasi mengenai Identitas Kependudukan Digital (IKD), sehingga warga memperoleh dua materi penting dalam satu kegiatan.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN mengangkat persoalan sampah yang kini menjadi tantangan nyata di Kota Gorontalo. Mulai dari banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito yang semakin penuh, hingga keterlambatan pengangkutan sampah yang masih terjadi di beberapa lingkungan, termasuk di Kelurahan Tenda.
Menurut mereka, persoalan sampah bukan lagi isu yang hanya terjadi di kota-kota besar, melainkan sudah menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama oleh masyarakat. Oleh karena itu, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.
Pada kesempatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai tiga jenis sampah rumah tangga, yakni sampah organik seperti sisa makanan dan daun, sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kaleng, dan botol kaca, serta sampah residu seperti popok, pembalut, tisu bekas, dan puntung rokok.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari rumah akan mempermudah proses pengangkutan maupun pengolahan di tingkat kelurahan hingga kota, sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Tak hanya itu, warga juga diajak melihat sampah sebagai sumber nilai ekonomi. Berbagai jenis sampah seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, botol kaca hingga minyak jelantah masih memiliki nilai jual apabila disalurkan ke bank sampah atau pengepul. Edukasi mengenai penerapan prinsip **Reduce, Reuse, Recycle (3R)** turut diberikan sebagai langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai panduan praktis, masyarakat juga diimbau membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan, yakni pukul **18.00 hingga 06.00 WITA**, guna mendukung kelancaran pengangkutan sampah serta menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Di sela-sela kegiatan, Disdukcapil Kota Gorontalo memberikan sosialisasi mengenai **Identitas Kependudukan Digital (IKD)**. Warga diperkenalkan dengan manfaat IKD sebagai bentuk digital dari KTP elektronik yang dapat diakses melalui aplikasi resmi, sekaligus diarahkan melakukan aktivasi untuk mempermudah akses berbagai layanan administrasi kependudukan di masa mendatang.
Melalui program **Suara ASA**, mahasiswa KKN UGM berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Mereka mengajak masyarakat memulai perubahan dari lingkungan keluarga, karena kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Sampah akan menjadi masalah ketika dibuang sembarangan, namun dapat menjadi manfaat apabila dikelola dengan benar.” Pesan tersebut menjadi penutup sosialisasi sekaligus harapan agar semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat Kelurahan Tenda.






Leave a Reply